Akhirnya mendaratlah aku dengan menggunakan pesawat CITILINK di bandara Halim.
Dijemput dengan mobil dari Femina, alone.
Ternyata 2 kandidat atau finalis yang lain berasal dari Solo dan Jakarta.
Mereka sudah berada disana sebelumnya karena urusan pekerjaan, jadi aku sendirian.
Tiba di Jakarta sekitar pukul 4 sore, hari Jumat, aku langsung diantar ke apartemen Aston Rasuna, di Kuningan.
Ternyata eh ternyata, aku sendirian disitu….huhuu…yang lainnya pada tinggal dirumah masing2.
Yang kulakukan adalah, memotret view senja dari ketinggian gedung lantai 11 dengan kameraku, dan mengamati cakrawala Jakarta nun jauh disana gedung2 menjulang tinggi dari balkon apartemenku.
Sore harinya, aku dikunjungi sobatku yang tinggal di Jakarta, dengan anak-anaknya. Dibawain Pizza, dan full makanan. Asyikk..rejeki anak imyut..hasyah.
Kebetulan mbak Nela Dusan, teman klub fotografi juga tinggal di Apartemen Aston, diajaklah aku makan malam di Thamnak Thai, Thai Restaurant di daerah Menteng.
Kebetulan mbak, aku lafer bingit..hihi…
Masakan ikannya memang haoce secingping! Ditambah nasinya yang pulen…puas!!!
Malamnya, setelah aku diantar ke Apartment lagi oleh mbak Nela, finalis satunya, Jeung Fanny Chotimah dari Solo mengunjungiku di apartment.
Akhirnya bisa bertemu juga dengan finalis satunya yang cantik banget mirip artis Wanda Hamidah.
Dia adalah penulis skenario film yang sudah banyak membuat cerita dan dibukukan karya2nya.
Kebetulan suaminya adalah sutradara film dokumenter di Jakarta. Semakin kecillah diriku yang baru anak kemarin sore didunia tulis menulis.
Sedangkan yang satunya adalah Dessy Kwee, kontributor majalah Grazia yang berkecimpung dalam bidang lifestyle and beauty.
Mungkin inilah karunia Tuhan supaya aku mencicipi dunia lain diluar kearsitekturan, menjejakkan langkah kecil dan malu2 merambah dunia sastra yang jauh dari teknikal.
Karena besok pagi harus berangkat ke Sukabumi ,dan sudah harus berkumpul di gedung FEMINA jam 6 pagi, malam itu aku ditemani Fanny diapartemen agar tidak kesiangan besoknya, karena Aston berada diseberang Gedung Femina.
Ternyata kita akan mengikuti semacam workshop TENUN SUTRA yang dimiliki oleh desainer SUTRA langganan mantan Presiden SBY di Sukabumi bernama WIGNYO RAHADI.
Kami naik 2 bus mini dengan ibu2 sosialita (tentu saja, karena yang akan dibeli adalah kain sutera, tentu saja harganya cukup mahal).
Dan kami bertiga, adalah finalis yang “menyusup” kedalam rombongan sosialita yang diundang oleh Femina.
WOWWW… sutranya benar2 bagus dan menggiurkan, ditenun dengan tangan yang bisa berbulan2 baru jadi. Bahkan dalam sehari hanya 3 cm saja, tetapi sebanding dengan kecantikan tenunannya.
Dan tak disangka2 , aku menang sebagai peserta dengan penampilan terbaik. Thanx God. Hadiahnya adalah tas kulit merk LACOSTE.Tas branded berlogo kancil…eh buaya..ituh! Keren beud!
Masih ditambah dengan tas anyaman yang keren banget dan kekinian, bisa dipakai buat acara kawinan.Majalah Femina, dan majalah dari BTPN Sinaya.
Dari Pihak Femina, mereka mewajibkan para Finalis untuk menuliskan pengalamannya saat even ini berlangsung, dan akan dilakukan seleksi untuk menentukan juara I, II, III nya.
Besoknya aku masih sempet shopping2 ke Grand Indonesia seperti anak ilang, dan membeli oleh2 sepatu buat anakku dari uang saku yang diberikan Femina, plus tenun sutera Wignyo yang membelinya pun aku pikir2 dulu..hahay, …ini malah diberikan gretong sebagai bingkisan (tak sabar mau kujahitin dilanggananku)…sebelum take off di bandara Soekarno-Hatta jam 5 sore.
Buat yang penasaran seperti apa sih cerita yang kuikutkan sebagai final sayembara bisa kamu baca DISINI
Dan Januari kemarin, aku mendapatkan email ini:

